Amberd: Benteng di Awan
Amberd, yang berarti “benteng di awan” dalam Armenia, adalah benteng abad ke-10 yang terletak 2,300 meter di atas permukaan laut. Benteng ini terletak di lereng bukit Aragats, di pertemuan Sungai Arkashen dan Amberd di Provinsi Aragatsotn, Armenia. Meskipun namanya secara keliru dikaitkan dengan Vahramashen di dekatnya, GerejaAmberd adalah seorang benteng mempunyai arti penting sejarah yang signifikan.
Dapatkan dosis Riwayat Anda melalui Email
Pengakuan dan Ancaman Terkini
Pada tahun 2024, Europa Nostra, sebuah federasi pan-Eropa untuk warisan budaya, memasukkan Amberd ke dalam daftar tujuh monumen Eropa yang paling terancam. Benteng ini berpotensi runtuh akibat usia, kurangnya dana untuk restorasi, erosi, dan gempa bumi.

Latar belakang sejarah
Awal Mula
Sejarah Amberd berawal dari Jaman Batu. Selama Zaman Perunggu ke Urartian Pada masa itu, sebuah benteng pernah ada di sini, meskipun sekarang sudah tidak digunakan lagi. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Amberd berfungsi sebagai tempat tinggal musim panas bagi raja-rajaRumah bangsawan Kamsarakan membangun benteng dan sebagian temboknya pada abad ke-7.
Era Pahlavuni
Empat abad kemudian, Wangsa Pahlavuni membeli dan membangun kembali benteng tersebut. Pangeran Vahram Pahlavouni menambahkan Gereja Surb Astvatsatsin pada tahun 1026, memperkuat kompleks tersebut dengan dinding batu yang lebih tebal, dan menambahkan tiga bastion. Tidak seperti biasanya untuk sebuah situs militer, sebuah pemandian juga dibangun dan masih cukup utuh.
Periode Zakarian dan Invasi Mongol
Di bawah kendali Zakarian pada abad ke-12 dan ke-13, tembok Amberd diperkuat dan kastil direnovasi. Pada tahun 1215, bangsawan Vache I Vachutian membeli Amberd, menjadikannya situs pertahanan utama. Namun, pada tahun 1236, Orang Mongol merebut dan menghancurkan benteng tersebut. Benteng tersebut tetap terbengkalai hingga abad ke-20 ketika rekonstruksi dan penggalian arkeologi dimulai.

Keajaiban Arsitektur
Struktur Benteng
milik Amberd reruntuhan kastil meliputi area seluas 1,500 meter persegi. Dindingnya, yang dibangun dari kayu yang dipahat kasar basal blok, cenderung memberikan pertahanan yang lebih baik. Bagian dalam kastil tiga lantai ini memiliki ruangan-ruangan yang dihias mewah dengan hiasan ukiran, lampu minyak, tempat dupa, dan dinding-dinding yang dihiasi dengan sutra dan brokat.
Sistem Pasokan Air
Pasokan air yang andal sangat penting bagi penduduk Amberd. Sebuah jembatan layang utama, pipa terakota, membentang 4 hingga 5 kilometer dari benteng ke waduk yang menampung air mata air dan mencairkan salju. Jika terjadi serangan, rahasia pasokan air memastikan aliran air yang konstan. Sebuah lorong tertutup mengarah dari benteng ke Sungai Arkashen.
Rumah Mandi
Pemandian ini, dibangun antara abad ke-10 dan ke-11, memiliki fitur kembar kamar mandi dengan kubah dan pemanas hypocaust, sistem yang berasal dari Roma waktu. Metode pemanasan ini melibatkan sirkulasi udara panas melalui pipa di bawah lantai dan dinding.

Peristiwa Sejarah Penting
900-920 AD
Selama invasi Arab, kota terdekat Byurakan hancur, namun Amberd tidak disebutkan oleh para sejarawan sampai sekitar tahun 1000 M.
900-1100 AD
Ashot II Yerkat mulai membebaskan negara dari kendali Arab, memulihkan benteng-benteng tua dan membangun yang baru, termasuk Amberd.
1020-1026 AD
Gagik I Bagratuni membagi kerajaannya di antara putra-putranya, dengan Hovhannes-Smbat menerima Amberd. Pada tahun 1026, keluarga Pahlavuni menguasai Amberd dan meningkatkan pertahanannya.
1040-1050 AD
Vahram Pahlavouni membentengi benteng tersebut, dan benteng itu tetap menjadi milik keluarganya sampai Kekaisaran Bizantium mengambil alih pada tahun 1045. Benteng ini menyaksikan aksi militer yang signifikan selama periode ini.
1064 AD
Raja Seljuk Alp Arslan menghancurkan sebagian Amberd selama invasinya Armenia.
1196-1215 AD
Keluarga Zakarian membebaskan dan memulihkan Amberd, menjadikannya benteng melawan Seljuk. Pada tahun 1215, Vache I Vachutian membeli Amberd, memperkuatnya lebih lanjut.
1236 AD
Bangsa Mongol berhasil merebut dan hampir menghancurkan Amberd. Benteng tersebut tetap berada di reruntuhan hingga abad ke-20.

Penggalian Arkeologi
Penggalian Awal
Pada tahun 1936, para ahli dari Pertapaan Museum dan Akademi Ilmu Pengetahuan Soviet Armenia memulai penggalian, menemukan pemandian, jalan rahasia, dan pintu masuk utama.
Penemuan tahun 1960-an
Penggalian pada tahun 1960-an mengungkap bagian atas benteng, rumah, bengkel, dan bagian tembok dari periode Bagratuni dan Zakarian. Penemuan penting termasuk bagian utara gereja dan bangunan yang diplester.
Kesimpulan
Amberd berdiri sebagai simbol kekayaan sejarah dan kecerdikan arsitektur Armenia. Meski menghadapi berbagai ancaman, upaya untuk melestarikan dan mempelajari benteng ini terus dilakukan, memastikan warisannya tetap bertahan hingga generasi mendatang.
sumber:
