Geografi dan Latar Belakang Sejarah Kızkalesi
Kızkalesi, dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Maiden's Benteng, adalah sejarah benteng terletak di sebuah pulau kecil di Laut Mediterania, di Provinsi Mersin, Turki. Pulau ini, yang awalnya bernama Crambusa (bahasa Yunani: Γραμβούσσα, Gramvoussa), terletak pada koordinat 36°27′23″N 34°08′53″E. Pulau ini terletak sekitar 300 meter dari pantai dan mencakup area seluas sekitar 15,000 meter persegi, dengan kastil yang menempati sebagian besar ruang ini. Kota terdekat Kızkalesi, yang namanya sama dengan pulau ini, terletak 23 kilometer dari Erdemli dan 60 kilometer dari Mersin.
Dapatkan dosis Riwayat Anda melalui Email
Signifikansi Historis
Pentingnya pulau ini secara strategis sudah ada sejak zaman kuno ketika pulau ini dilaporkan digunakan oleh bajak laut, seperti yang disebutkan oleh ahli geografi Strabo. Pembangunan awal kastil ini dikaitkan dengan Alexios I Komnenos dari Kekaisaran Bizantium, setelah Perang Salib Pertama. Modifikasi dan perluasan substansial dilakukan pada abad ke-13 oleh Leo I dan mungkin raja-raja lain dari Kerajaan Armenia KilikiaTemuan arkeologis dari tahun 1982 dan 1987 mengungkapkan bahwa bangunan Bizantium asli, yang dicirikan oleh menara persegi, sebagian besar dilestarikan di sisi selatan kastil. Bangsa Armenia dianggap telah membangun kembali sisi utara dan barat, memperkenalkan menara bundar dan batu bata dari batu ashlar yang berkarat. Khususnya, dua prasasti Armenia merujuk pada renovasi yang dilakukan oleh Raja Leo I pada tahun 1206 dan Raja Het‛um I pada tahun 1251. Selain itu, kapel berkubah tong yang dibangun oleh bangsa Armenia terletak di dalam benteng.

Pulau ini secara historis terhubung dengan benteng daratan, kastil Corycus, oleh pemecah gelombang. Bangsa Armenia menyebut benteng ini sebagai Gorygos (տոռիկոս). Pada abad ke-14, Kerajaan Kilikia hampir runtuh, dan pada tahun 1360, Peter I dari Siprus merebut pulau tersebut atas permintaan penduduknya. Penangkapan berikutnya termasuk yang dilakukan oleh Ibrahim II dari Karaman pada tahun 1448 dan Gedik Ahmet Pasha dari Kekaisaran Ottoman pada tahun 1471, setelah itu nama Gorygos diubah menjadi Kızkalesi.
Deskripsi Arsitektur
Benteng kastil membentang sepanjang 192 meter, dengan dinding selatan dan barat membentuk sudut tegak lurus. Sisi utara dan timur dikelilingi oleh benteng melengkung. Pintu masuk utama terletak di sisi utara, dilengkapi dengan gerbang kecil dan galeri di sisi barat. Benteng ini memiliki delapan bastion, masing-masing dengan bentuk yang khas. Antara tahun 1973 dan 1981, sebuah survei fotografi ekstensif, termasuk denah kedua benteng di Kızkalesi, telah dilakukan.

Legenda Kızkalesi
Legenda terkenal yang terkait dengan Kızkalesi menceritakan tentang seorang raja yang, setelah mengetahui dari seorang peramal bahwa putrinya akan mati karena gigitan ular, memutuskan untuk melindunginya dengan membangun sebuah kastil di pulau yang bebas ular. Meskipun sudah berusaha keras, sang putri menemui ajalnya ketika seekor ular, yang tersembunyi di dalam keranjang anggur dari daratan utama, menggigitnya. Kisah ini, yang mencerminkan tema takdir dan keniscayaan takdir, tidak hanya terjadi di Kızkalesi tetapi juga terjadi di daerah lain di Turki.
Kızkalesi berdiri sebagai bukti kekayaan sejarah wilayah Mediterania, yang mewujudkan pengaruh arsitektur dan budaya Kekaisaran Bizantium dan Kerajaan Armenia di Kilikia. Lokasinya yang strategis, kompleksitas arsitekturnya, dan legenda Kastil Sang Perawan yang abadi terus memikat para cendekiawan dan pengunjung.
sumber:
