/

Pacopampa

Pacopampa 3

Signifikansi Arkeologi Pacopampa

Pacopampa, sebuah istilah yang berasal dari bahasa Quechua yang berarti "paqu pampa," adalah situs arkeologi yang sangat penting yang terletak di dataran tinggi utara Peru , khususnya di departemen Cajamarca . Situs ini, yang berasal dari tahun 1200 hingga 500 SM, menampilkan sisa-sisa pusat upacara yang dibangun dari batu yang dipotong dan dipoles, menjadikannya lokasi penting dari periode Formatif dalam sejarah pra-Kolombia.

Konteks Geografis

Terletak di ketinggian 2140 meter di desa Pacopampa, Distrik Querocoto, provinsi Chota, wilayah Cajamarca, situs ini termasuk di antara pusat upacara terbesar di dataran tinggi utara Peru. Daerah sekitarnya kaya akan signifikansi arkeologis, dengan selusin situs yang telah diidentifikasi, meskipun hanya beberapa, seperti Chapel dan El Mirador yang terletak satu kilometer di sebelah timur, dan Pandanche, pusat upacara periode Formatif lainnya yang berjarak 3 km di sebelah tenggara, yang telah dipelajari secara detail.

Penelitian dan Penemuan Sejarah

Situs ini pertama kali menarik perhatian akademisi pada tahun 1930-an ketika Rafael Larco Hoyle mengumpulkan sampel litosculpture, yang sekarang disimpan di Museum Larco di Lima . Awalnya, Pacopampa dikaitkan dengan budaya Chavin , sebuah teori yang dikemukakan oleh Tello mengenai asal usul budaya Peru.

Penelitian selanjutnya pada tahun 1960-an dan 1970-an, terutama oleh Pablo Macera dan tim Hermilio Roses dan Ruth Shady, menyelidiki struktur arsitektur dan melakukan penggalian. Karya mereka membedakan dua fase Pacopampa: fase awal (1200 SM) sebelum pengaruh Chavin , dan fase Pacopampa-Chavin selanjutnya (700 SM).

Nyonya Pacopampa

Penemuan penting dilakukan pada tahun 2009 oleh tim Proyek Arkeologi Pacopampa yang dipimpin oleh Yuji Seki. Mereka menggali makam seorang wanita, yang dijuluki "Nyonya Pacopampa," yang berasal dari sekitar tahun 900 SM. Penemuan ini menunjukkan bahwa dia adalah orang yang sangat berpengaruh, sebagaimana ditunjukkan oleh barang-barang makam yang ditemukan bersamanya, termasuk penutup telinga, anting-anting emas, pot keramik, dan kalung kerang. Tengkoraknya, yang dideformasi secara artifisial dan dicelupkan ke dalam cinnabar, di samping kedalaman dan bentuk sepatu bot makamnya, yang tetap tidak tersentuh oleh penjarah, memberikan wawasan berharga tentang praktik sosial dan seremonial saat itu.

Kesimpulan

Pacopampa berdiri sebagai bukti praktik sosial dan upacara yang rumit pada periode Formatif di dataran tinggi utara Peru. Penelitian dan penemuan yang sedang berlangsung, seperti yang dilakukan oleh "The Lady of Pacopampa," terus memperkaya pemahaman kita tentang budaya pra-Columbus dan perkembangannya. Pengelolaan situs oleh Universitas Nasional San Marcos memastikan bahwa Pacopampa akan tetap menjadi titik fokus untuk studi dan pelestarian arkeologi, yang menawarkan wawasan mendalam tentang masa lalu kuno wilayah Andes.