Menemukan Rehman Dheri: Permata Pra-Harappan
Rehman Dheri, terkadang dieja Rahman Dheri, adalah situs arkeologi Pra-Harappa yang menarik. Terletak di dekat Dera Ismail Khan di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, situs kuno ini berasal dari tahun 3300-1900 SM. Ini adalah salah satu pusat kota tertua di Asia Selatan, yang menonjolkan signifikansi historisnya. Terletak 22 kilometer di utara Dera Ismail Khan, situs ini masuk dalam Daftar Sementara untuk Situs Warisan Dunia di masa mendatang Pakistan.
Dapatkan dosis Riwayat Anda melalui Email

Lokasi dan Struktur
Rehman Dheri terletak di Dataran Sungai Gomal, di dalam daerah aliran sungai Indus. Letaknya dekat tempat Sungai Zhob bertemu dengan Sungai Gomal. Sejak pertama kali dihuni, tembok besar yang dibangun dari blok tanah liat telah menutupi situs tersebut. Gundukan persegi panjang rendah ini meliputi sekitar 22 hektar dan menjulang 4.5 meter di atas ladang di sekitarnya.
Menariknya, di dekatnya terdapat sesuatu yang belum digali harappan situs Hisham Dheri. Kedekatan ini menunjukkan bahwa masyarakat Kot Dijian, seperti di Rehman Dheri, dan masyarakat Harappan hidup berdampingan di beberapa wilayah. Selain itu, situs Gumla, Pakistan, berada di dekatnya, yang semakin menegaskan kekayaan arkeologi di wilayah tersebut.

Signifikansi Budaya
Situs tertua yang diketahui dari budaya ini adalah Kunal di Haryana, yang berasal dari tahun 4000 SM. Awalnya, Rehman Dheri dianggap sebagai contoh tertua hingga Kunal ditemukan lebih tua darinya. Rehman Dheri tetap penting sebagai situs pra-Harappa yang penting. Warisan budaya situs ini mencakup artefak yang melacak asal usul mereka hingga Harappa.

Temuan Arkeologi
Gundukan di Rehman Dheri memiliki jaringan jalan seperti jaringan, dengan dinding yang terlihat menandai masing-masing bangunan dan jalan raya. Kawasan industri skala kecil, termasuk tempat pembakaran dan terak yang terkikis, telah ditemukan di dalam lokasi tersebut. Temuan ini menunjukkan perencanaan kota yang maju pada masanya.
Situs ini telah menghasilkan tembikar, peralatan dari batu dan logam, serta manik-manik yang terbuat dari lapis lazuli dan pirus. Patung-patung terakota dari Rehman Dheri menyerupai bentuk-bentuk awal dari Gumla dan Mehrgarh IV tetapi kemudian mengembangkan gaya yang unik. Segel yang terbuat dari gading, steatit, dan kerang juga telah ditemukan. Khususnya, beberapa segel steatit, yang dirancang untuk digantung pada tali, menjadi umum di kota-kota Indus di kemudian hari.

Fase Pekerjaan
Urutan arkeologi Rehman Dheri mencakup lebih dari 1,400 tahun, dimulai sekitar tahun 3300 SM. Situs tersebut melewati beberapa periode, termasuk fase dari tahun 3300-2850 SM, 2850-2500 SM, dan 2500-1900 SM. Perencanaan formal permukiman dimulai pada fase paling awal, dengan tahap-tahap selanjutnya memperluas rencana. Meskipun penggalian terbatas pada tingkat yang lebih rendah, diyakini bahwa hunian Rehman Dheri mungkin lebih tua dari yang terdokumentasikan saat ini.
Pada pertengahan milenium ketiga SM, pada awal fase dewasa Indus, situs tersebut ditinggalkan, dengan pendudukan kembali yang terbatas. Catatan lebih lanjut dari gundukan Hisham Dheri di dekatnya memberikan konteks tambahan. Perkembangan terkini telah mengganggu rencana pemukiman Awal Harappa.

Fase Kebudayaan Tochi-Gomal
Penelitian terbaru mengungkap Fase Kebudayaan Tochi-Gomal di Dataran Gomal di Pakistan Barat Laut, dengan Rehman Dheri menjadi bagian dari rangkaian ini. Kebudayaan ini berkembang pesat di wilayah Cekungan Bannu dan Dera Ismail Khan pada akhir abad ke-19 Neolitik Usia. Fase Tochi-Gomal hidup berdampingan dengan budaya daerah lain seperti Fase Ravi di Punjab dan budaya Amri-Nal di Sindh.
Fase ini menandai peralihan dari tembikar buatan tangan ke tembikar yang dilempar dengan roda. Stempel dan pecahan bertulis dari periode ini kemungkinan besar mempengaruhi sistem penulisan Peradaban Indus yang sudah matang. Hewan dan simbol yang digambarkan pada segel paling awal yang ditemukan di Rehman Dheri menandakan apa yang terlihat di Peradaban Indus Dewasa di kemudian hari.

Kesimpulan
Rehman Dheri berdiri sebagai bukti kekayaan budaya pra-Harappa dan kontribusinya terhadap warisan arkeologi Asia Selatan. Perencanaan kotanya yang canggih, artefak yang beragam, dan hubungannya dengan budaya kuno lainnya menjadikannya situs dengan nilai sejarah dan budaya yang sangat besar. Seiring dengan berlanjutnya penelitian, Rehman Dheri berjanji akan mengungkap lebih banyak lagi tentang peradaban awal yang pernah berkembang pesat di wilayah ini.
sumber:
