/

Soknopaiou Nesos

Soknopaiou Nesos 3

Soknopaiou Nesos: Pemukiman Oasis Kuno

Soknopaiou Nesos, juga dikenal sebagai Dimeh es-Seba, adalah pemukiman kuno di Oasis Faiyum, Mesir . Terletak beberapa kilometer di utara Danau Qarun, situs ini memiliki arti penting keagamaan dan budaya.

Soknopaiou Nesos 5

Tinjauan Sejarah

Soknopaiou Nesos, yang berarti "Pulau Soknopaios," dinamai menurut dewa peramal setempat Soknopaios, dewa berkepala buaya. Pemukiman ini didirikan pada abad ke-3 SM sebagai bagian dari proyek reklamasi lahan Ptolemeus di Faiyum. Pada pertengahan abad ke-3 M, situs tersebut ditinggalkan, meskipun bukti arkeologi menunjukkan beberapa pendudukan kembali selama abad ke-4 dan ke-5, yang berlanjut hingga akhir periode Bizantium.

Soknopaiou Nesos 2

Temenos dan Kuil Utama

Inti dari Soknopaiou Nesos adalah kompleks kuilnya yang megah, atau temenos, yang didedikasikan untuk Soknopaios dan dewa-dewa terkait lainnya seperti Isis Nepherses dan Soknopiais. Temenos ini, sebuah bangunan yang terbuat dari batu bata lumpur berwarna abu-abu muda, menampung beberapa bangunan. Kuil utama terdiri dari dua tempat suci yang bersebelahan dan sejajar dengan jalan prosesi pusat yang disebut dromos.

Bangunan suci selatan, yang dibangun dari batu kapur cokelat tidak beraturan dan batu bata lumpur, berasal dari periode Helenistik awal . Bangunan suci utara, yang dibangun dari blok batu kapur kuning beraturan, kemungkinan berasal dari periode Ptolemaik akhir atau Romawi awal. Kompleks kuil ini mengalami renovasi besar-besaran pada abad ke-1 dan ke-2 Masehi, termasuk penambahan kuil tandingan yang monumental.

Soknopaiou Nesos 1

Kota dan Dromos

Pemukiman itu memiliki dromos beraspal, jalan prosesi selebar 6-7 meter yang menghubungkan pintu masuk selatan kuil dengan kota. Jalan ini, yang ditinggikan pada platform setinggi 3 meter, merupakan pusat tata letak kota, yang membaginya menjadi bagian timur dan barat. Dromos memfasilitasi prosesi ritual dan menampilkan patung singa dan mungkin kios.

Investigasi Arkeologi

Situs Soknopaiou Nesos mendapat perhatian pada awal abad ke-19, dengan kunjungan awal oleh penjelajah seperti GB Belzoni dan JG Wilkinson. Sepanjang abad ke-19 dan awal abad ke-20, berbagai ekspedisi, yang sering kali didorong oleh pencarian papirus dan barang antik, melakukan penggalian di situs tersebut.

Penggalian ilmiah yang signifikan dimulai dengan karya Universitas Michigan pada tahun 1931-32, yang disutradarai oleh AER Boak dan EE Peterson. Penggalian ini mengungkap bangunan bata lumpur yang terpelihara dengan baik dan mengidentifikasi tiga fase pekerjaan utama. Proyek Soknopaiou Nesos, yang diprakarsai oleh Universitas Salento pada tahun 2004, terus mengeksplorasi dan mendokumentasikan situs tersebut, mengungkap bukti struktur dan tembikar pra-Ptolemeus dari dinasti-dinasti sebelumnya.

Soknopaiou Nesos 1

Para Imam Soknopaiou Nesos

Kuil Soknopaios dikelola oleh lebih dari seratus pendeta pada zaman Romawi, jumlah yang signifikan mengingat jumlah penduduk kota tersebut diperkirakan sekitar 1,000 jiwa pada akhir abad kedua. Populasi pemukiman tersebut sebagian besar terdiri dari keluarga pendeta, yang menikah dan menjalankan tugas keagamaan mereka melalui garis keturunan. Struktur populasi yang unik ini, ditambah dengan lokasi kota yang terpencil, berarti penduduknya bergantung pada perdagangan, peternakan, dan persembahan dari pengunjung.

Pengabaian

Pada tahun 230 M, Soknopaiou Nesos tiba-tiba ditinggalkan. Alasannya masih belum jelas, namun teori menunjukkan penurunan situasi pasokan atau hilangnya minat terhadap perayaan aliran sesat. Penurunan ini menyebabkan pemeliharaan candi dan pemukiman tidak berkelanjutan.

Soknopaiou Nesos 4

Kesimpulan

Soknopaiou Nesos berdiri sebagai contoh luar biasa dari pusat keagamaan kuno di dalam Oasis Faiyum. Reruntuhannya yang terawat baik, termasuk kompleks kuil monumental dan jalan prosesi, menawarkan wawasan berharga tentang kehidupan keagamaan dan kehidupan sehari-hari penduduknya. Saat ini, upaya arkeologi yang sedang berlangsung terus mengungkap sejarah dan warisan permukiman kuno yang menarik ini.

sumber:

Wikipedia