Stanton Drew lingkaran batu adalah hal yang signifikan prasejarah monumen di Somerset, Inggris. Ini lingkaran berasal dari akhir Periode neolitik, sekitar 3000 SM. Terletak di Chew Lembah, mereka adalah yang terbesar ketiga lingkaran batu kompleks di Inggris, mengikuti Avebury ke Stonehenge.
Dapatkan dosis Riwayat Anda melalui Email
Deskripsi Lingkaran Batu

Situs ini terdiri dari tiga bagian berbeda batu lingkaran: Lingkaran Besar, Lingkaran Timur Laut, dan Lingkaran Barat Daya. Lingkaran Besar, yang berdiameter 113 meter, merupakan yang terbesar. Awalnya terdiri dari 30 batu, yang 27 di antaranya masih berdiri atau runtuh. Lingkaran Utara-Timur berisi delapan batu, sedangkan Lingkaran Selatan-Barat berisi 12 batu. Di dekatnya, terdapat dua bangunan tambahan, yang dikenal sebagai The Cove ke The Avenue, menambah kerumitan situs.
Batu-batu tersebut bervariasi dalam ukuran dan bentuk. Batu-batu tersebut sebagian besar terbuat dari bahan lokal batupasir merah, dan beratnya bisa mencapai beberapa ton. Batu-batu tersebut kemungkinan digali di sekitar lokasi dan diangkut ke lokasi tersebut menggunakan alat sederhana alat dan tenaga kerja manusia.
Fungsi dan Tujuan

Seperti lingkaran batu lainnya dari periode ini, tujuan pasti Stanton Drew masih belum jelas. Para arkeolog percaya bahwa lingkaran-lingkaran ini mungkin berfungsi sebagai ritual atau upacara ruang. Beberapa peneliti telah mengusulkan bahwa batu-batu itu selaras dengan peristiwa langit, seperti titik balik matahari atau bulan siklus. Namun, tidak ada bukti pasti yang mendukung teori-teori ini.
Penelitian Arkeologi

Penggalian di Stanton Drew terbatas, tetapi survei geofisika telah memberikan wawasan berharga. Studi radar penembus tanah dan magnetometri yang dilakukan pada akhir abad ke-20 mengungkapkan keberadaan fitur terkubur. Survei ini mengungkap parit dan lubang bawah tanah, menunjukkan bahwa situs tersebut memiliki struktur yang lebih luas di luar batu-batu yang terlihat.
Para arkeolog juga menemukan bahwa Lingkaran Besar dikelilingi oleh struktur kayu, yang sudah lama membusuk. Ini kayu elemen tersebut kemungkinan digunakan bersama lingkaran batu untuk keagamaan atau fungsi sosial.
Konteks Sejarah
Pembangunan Stanton Drew terjadi pada Akhir Neolitik, suatu waktu ketika besar monumen sedang dibangun di seluruh BritaniaLingkaran batu, struktur kayu, dan lainnya Henges (pagar tanah) merupakan bagian penting dari kehidupan seremonial Neolitikum. Stanton Drew berdiri berdampingan dengan monumen penting lainnya dari era ini, termasuk Stonehenge dan Avebury.
Meskipun Stanton Drew kurang terkenal dibandingkan dengan monumen-monumen sejenisnya, monumen ini tetap menjadi contoh penting dari tradisi pembangunan monumen Neolitikum. Monumen ini relatif tidak mengalami gangguan dari modern aktivitasnya telah menjaga integritas arkeologisnya.
Keadaan Saat Ini dan Pelestariannya

Saat ini, Stanton Drew sebagian besar masih utuh, meskipun banyak batu yang jatuh. Situs ini dirawat oleh Warisan Bahasa Inggris, dan akses publik diperbolehkan. Upaya untuk melestarikan situs difokuskan pada pencegahan erosi lebih lanjut dan memastikan batu-batu tetap tidak terganggu.
Dalam beberapa tahun terakhir, situs ini telah mendapatkan lebih banyak perhatian karena meningkatnya minat pada kuno Inggris Namun, tempat ini tetap tidak terlalu ramai dibandingkan situs yang lebih populer seperti Stonehenge, sehingga memungkinkan pengunjung untuk menikmati pengalaman yang lebih tenang.
Kesimpulan
Lingkaran batu Stanton Drew menawarkan sekilas gambaran tentang praktik seremonial Inggris NeolitikSkala dan kompleksitasnya menunjukkan bahwa situs-situs tersebut merupakan situs penting bagi komunitas yang membangunnya. Meskipun banyak hal tentang Stanton Drew masih belum terungkap, misteriusPenelitian arkeologi yang sedang berlangsung terus mengungkap informasi baru tentang hal ini situs kuno.
Sumber:
