Tas-Silġ: Situs Bersejarah Berlapis-lapis di Malta
Tas-Silġ, sebuah bukit bundar yang terletak di pantai tenggara Malta , dekat kota Żejtun dan menghadap Teluk Marsaxlokk, berdiri sebagai bukti masa lalu sejarah pulau yang kaya dan beragam. Situs ini mencakup spektrum luas periode sejarah, mulai dari era Neolitikum hingga abad kesembilan Masehi. Signifikansi arkeologisnya digarisbawahi oleh sisa-sisa kompleks kuil megalitik yang berasal dari awal milenium ketiga SM, sebuah tempat suci Fenisia dan Punik yang didedikasikan untuk dewi Astarte, dan transformasinya kemudian menjadi kompleks keagamaan Romawi yang didedikasikan untuk Juno.

Topografi dan Toponimi
Nama Tas-Silġ berasal dari Gereja Bunda Maria Salju yang terletak di dekatnya, yang dibangun pada tahun 1800-an. Lokasi itu sendiri terletak di sebuah bukit bernama 'Ta' Berikka', menawarkan pemandangan menakjubkan ke pelabuhan Marsaxlokk dan teluk-teluk sekitarnya. Lokasi strategis Tas-Silġ, di sepanjang jalur perdagangan maritim utama, memainkan peran penting dalam perkembangannya sebagai kompleks keagamaan internasional selama era Romawi, sebuah fakta yang disebutkan oleh orator abad pertama SM, Cicero.
Penemuan Arkeologi
Penggalian pada tahun 1960-an, yang dipimpin oleh Missione Archeologica Italiana, dan kemudian dilanjutkan pada tahun 1996 oleh Universitas Malta, telah menemukan banyak artefak dan struktur yang memberikan wawasan tentang penggunaan situs yang luas selama ribuan tahun. Ini termasuk sisa-sisa Neolitik dan Zaman Perunggu Akhir , persembahan ritual dari era Punik, dan endapan Romawi yang substansial.

Tinjauan Sejarah
Kuil Megalitik dan Pemukiman Zaman Perunggu
Fase paling awal situs ini dimulai sekitar tahun 3000 hingga 2500 SM, selama fase Tarxien pada prasejarah Malta. Awalnya, kompleks candi didirikan, yang kemudian digunakan kembali sebagai pemukiman pada Zaman Perunggu. Penemuan tembikar, litik, dan sosok wanita gemuk yang berdiri menyoroti pentingnya situs tersebut selama periode ini.
Kuil Punisia, Helenistik, dan Romawi
Setelah penaklukan oleh bangsa Fenisia sekitar tahun 700 SM, sebuah kuil yang didedikasikan untuk Astarte dibangun, menggabungkan elemen-elemen kuil sebelumnya. Kepentingan tempat suci ini semakin meningkat seiring waktu, yang berpuncak pada perubahannya menjadi tempat suci Romawi yang didedikasikan untuk Juno. Keberadaan sisa-sisa tembikar yang signifikan menunjukkan adanya bengkel-bengkel di dekatnya yang memenuhi kebutuhan kuil.

Gereja Bizantium
Pada era Bizantium , situs ini mengalami transformasi lain, dengan pembangunan basilika Kristen di dalam halaman berkolom kuil. Basilika ini, yang tetap digunakan hingga abad kedelapan atau kesembilan, menandakan signifikansi keagamaan Tas-Silġ yang berkelanjutan sepanjang zaman.

Upaya Konservasi
Saat ini, Tas-Silġ berada di bawah perawatan Heritage Malta, dengan upaya berkelanjutan untuk melestarikan dan mempelajari situs tersebut. Meskipun tertutup untuk umum, tempat ini dapat dikunjungi oleh rombongan dengan perjanjian sebelumnya, menawarkan pandangan unik tentang sejarah Malta yang beraneka ragam.
Tas-Silġ merupakan contoh luar biasa dari kemampuan pulau ini untuk beradaptasi dan menggunakan kembali ruang sucinya di berbagai peradaban dan zaman. Peninggalan arkeologisnya tidak hanya menjelaskan praktik keagamaan penduduk masa lalu tetapi juga berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya strategis Malta dalam sejarah perdagangan dan pertukaran budaya Mediterania.
sumber:




