/ /

Gundukan Ular Besar

Gundukan Ular 9

Gundukan Ular Besar: Tinjauan Arkeologi dan Sejarah

The Great Serpent Mound, yang terletak di Peebles, Ohio, merupakan contoh utama gundukan patung prasejarah di Amerika Utara. Gundukan patung ini, dengan panjang 1,348 kaki dan mencapai ketinggian hingga tiga kaki, terletak di dataran tinggi kawah Serpent Mound, menghadap Ohio Brush Creek di Adams County, Ohio. Dikenal sebagai patung ular terbesar di dunia, konstruksi dan tujuan gundukan ini telah menarik minat para peneliti dan sejarawan selama berabad-abad.

Survei dan Pengakuan Sejarah

Survei komprehensif pertama di Great Serpent Mound dilakukan oleh Ephraim G. Squier dan Edwin Hamilton Davis, yang berpuncak pada publikasi mereka, “Ancient Monuments of the Mississippi Valley” (1848), di bawah naungan Smithsonian Institution. Karya dasar ini menandai dimulainya minat akademis formal terhadap gundukan tersebut. Pada tahun 1966, Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat menetapkan gundukan tersebut sebagai Landmark Sejarah Nasional, yang mengakui signifikansinya dalam prasejarah Amerika. Ohio History Connection, sebuah organisasi nirlaba, saat ini mengelola situs tersebut, memastikan pelestariannya untuk generasi mendatang.

Gundukan Ular 7

Deskripsi dan Struktur

Gundukan Ular Besar dicirikan oleh bentuknya yang unik, yang mencerminkan bentuk ular yang bergelombang. Dimensi gundukan itu mengesankan, dengan panjang sekitar 1,376 kaki dan lebar bervariasi antara 20 dan 25 kaki, tergantung pada bagiannya. Dibangun terutama dari tanah liat dan abu kekuningan, dengan lapisan batu dan tanah yang memperkuatnya, gundukan itu memiliki ekor yang melingkar tiga kali lipat dan kepala dengan mulut terbuka yang hampir menelan fitur oval berongga. Oval ini ditafsirkan oleh beberapa orang sebagai representasi telur, matahari, atau tubuh katak, yang mencerminkan beragam interpretasi simbolisme gundukan itu.

Asal dan Kronologi

Pembangunan Gundukan Ular Besar telah menjadi subjek perdebatan di kalangan arkeolog dan antropolog. Penanggalan radiokarbon awal menunjukkan keterkaitan dengan budaya Adena sekitar 300 SM. Namun, penelitian selanjutnya dan penanggalan radiokarbon yang lebih akurat menunjukkan bahwa gundukan tersebut mungkin dibangun sekitar 2,100–2,300 tahun yang lalu selama periode Adena dan kemudian direnovasi sekitar tahun 1100 M oleh masyarakat Fort Ancient . Terlepas dari temuan ini, beberapa sarjana, seperti arkeolog Brad Lepper, mempertanyakan atribusi terhadap budaya Adena, dengan alasan kurangnya gundukan berbentuk patung dan simbolisme ular dalam seni Adena. Sebaliknya, Lepper dan yang lainnya berpendapat bahwa budaya Fort Ancient , yang dikenal dengan penggambaran ular mereka, adalah kandidat yang lebih mungkin untuk pembangunan gundukan tersebut.

Gundukan Ular 5

Prasejarah Ohio

Wilayah yang sekarang dikenal sebagai Ohio dihuni oleh berbagai kelompok Paleo-Indian sebelum berkembangnya budaya Adena dan Hopewell. Penduduk awal ini adalah pemburu-pengumpul yang mengandalkan hewan buruan besar, seperti mastodon, untuk bertahan hidup. Periode Woodland, yang terjadi setelahnya, menyaksikan munculnya masyarakat yang lebih kompleks yang terlibat dalam pertanian dan membangun benteng tanah dan gundukan tanah yang rumit, sering kali untuk keperluan keagamaan atau pemakaman. Budaya Adena dan Hopewell, yang berkembang pesat selama periode Woodland Awal dan Tengah, khususnya terkenal karena kegiatan membangun gundukan tanah.

Gundukan Ular 8

Budaya Kuno Adena dan Benteng

Budaya Adena, yang berkembang pesat antara tahun 800 SM dan 1 M, terkonsentrasi di lembah Sungai Ohio dan dibedakan oleh gundukan pemakaman dan praktik ritualnya. Budaya Fort Ancient , yang ada dari tahun 1000 M hingga 1750 M, mendiami wilayah yang serupa tetapi diyakini tidak membangun Gundukan Ular Besar, meskipun mereka mungkin memeliharanya.

Interpretasi dan Penyelarasan Astronomi

Berbagai penafsiran tentang tujuan Great Serpent Mound telah diajukan, mulai dari kesejajaran astronomis hingga representasi simbolis kepercayaan kosmologis. Beberapa peneliti berpendapat bahwa gundukan itu mungkin terinspirasi oleh peristiwa astronomi, seperti kemunculan supernova atau Komet Halley. Selain itu, lokasi gundukan itu pada struktur tumbukan meteorit kuno menambah lapisan kompleksitas lain pada penafsirannya.

Gundukan Ular 6

Pelestarian dan Penggalian

Upaya untuk melestarikan Great Serpent Mound dimulai dengan sungguh-sungguh pada akhir abad ke-19, dipelopori oleh individu seperti Frederic Ward Putnam dari Universitas Harvard. Penggalian telah mengungkap artefak dari budaya Adena dan Hopewell, memberikan wawasan berharga tentang sejarah gundukan tersebut dan orang-orang yang berinteraksi dengannya.

Kesimpulan

Gundukan Ular Besar tetap menjadi simbol misterius Amerika Utara prasejarah, yang mewujudkan interaksi kompleks antara budaya, agama, dan astronomi yang menjadi ciri masyarakat kuno di lembah Sungai Ohio. Meskipun masih ada perdebatan mengenai asal-usul dan tujuannya, gundukan itu tetap menjadi titik fokus penelitian arkeologi dan kepentingan publik, yang menunjukkan hubungan nyata dengan masa lalu benua itu.